MAKALAH TENTANG KUFUR - Lengkap

sumber : I Luv Islam

Dalam Agama Islam, pasti tidak asing lagi dengan istilah "Kufur", ya kufur, salah satu sifat yang dapat membuat kita menjadi Murtad. Naudzubillah.. Nah, ada kalanya kita disuruh membuat tugas tentang KUFUR'. Untuk itu, saya menyediakan bagi siapa saja yang membutuhkan makalah atau pengetahuan tentang kufur. Silahkan lihat penjelasannya di bawah ini.
*Atau jika ingin praktis dan tidak perlu copast dulu, anda tinggal mendownload makalah dalam file doc (dalam format Ms.Word). klik disini untuk mendownloadnya
-------------------------------------------------------

A. Definisi Kufur
kufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak beriman kepada Allah dan Rasulnya, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya.
Kufur bisa terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
1.    Mendustakan atau tidak mempercayai sesuatu yang harus diyakini dalam syariat.
2.    Ragu terhadap sesuatu yang jelas dalam syariat.
3.    Berpaling dari agama Allah.
4.    Kemunafikan yakni menyembunyikan kekafiran dan menampakkan keislaman.
5.    Sombong terhadap perintah Allah I seperti yang dilakukan Iblis.
6.    Tidak mau mengikrarkan kebenaran agama Allah bahkan terkadang dibarengi dengan memeranginya, padahal hatinya yakin kalau itu benar, seperti yang terjadi pada Fir’aun.
Keenam hal ini termasuk dalam kufur akbar (kufur besar) yang menjadikan pelakunya keluar dari Islam atau murtad. Terkadang kufur besar terjadi dengan ucapan atau perbuatan yang sangat bertolak belakang dengan iman seperti mencela Allah dan Rasul-Nya atau menginjak Al Qur`an dalam keadaan tahu kalau itu adalah Al Qur`an dan tidak terpaksa.

B. Jenis Kufur
1. Kufur Besar

Kufur besar bisa mengeluarkan seseorang dari agama Islam. Kufur besar ada lima macam
a. Kufur Karena Mendustakan
Dalilnya adalah firman Allah.
‘Artinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan kebenaran tatkala yang hak itu datang kepadanya ? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir ?” [Al-Ankabut : 68]

b. Kufur Karena Enggan dan Sombong, Padahal Membenarkan.
Dalilnya firman Allah.
“Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, ‘Tunduklah kamu kepada Adam’. Lalu mereka tunduk kecuali iblis, ia enggan dan congkak dan adalah ia termasuk orang-orang kafir” [Al-Baqarah : 34]

c. Kufur Karena Ragu
Dalilnya adalah firman Allah.
“Artinya : Dan ia memasuki kebunnya, sedang ia aniaya terhadap dirinya sendiri ; ia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku tidak mengira Hari Kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabbku, niscaya akan kudapati tempat kembali yang baik” Temannya (yang mukmin) berkata kepadanya, ‘Apakah engkau kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, kemudian Dia menjadikan kamu seorang laki-laki ? Tapi aku (percaya bahwa) Dialah Allah Rabbku dan aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun” [Al-Kahfi : 35-38]

d. Kufur Karena Berpaling
Dalilnya adalah firman Allah.
“Artinya : Dan orang-orang itu berpaling dari peringatan yang disampaikan kepada mereka” [Al-Ahqaf : 3]

e. Kufur Karena Nifaq
Dalilnya adalah firman Allah
“Artinya : Yang demikian itu adalah karena mereka beriman (secara) lahirnya lalu kafir (secara batinnya), kemudian hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti” [Al-Munafiqun : 3]

2. Kufur Kecil
Kufur kecil yaitu kufur yang tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, dan ia adalah kufur amali. Kufur amali ialah dosa-dosa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dosa-dosa kufur, tetapi tidak mencapai derajat kufur besar. Seperti kufur nikmat, sebagaimana yang disebutkan dalam firmanNya.
“Artinya : Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkari dan kebanyakan mereka adalah orang-orang kafir” [An-Nahl : 83]

Termasuk juga membunuh orang muslim, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Mencaci orang muslim adalah suatu kefasikan dan membunuhnya adalah suatu kekufuran” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

Kesimpulan Perbedaan Antara Kufur Besar Dan Kufur Kecil


[1]. Kufur besar mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapuskan (pahala) amalnya, sedangkan kufur kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, juga tidak menghapuskan (pahala)nya sesuai dengan kadar kekufurannya, dan pelakunya tetap dihadapkan dengan ancaman.

[2]. Kufur besar menjadikan pelakunya kekal dalam neraka, sedangkan kufur kecil, jika pelakunya masuk neraka maka ia tidak kekal di dalamnya, dan bisa saja Allah memberikan ampunan kepada pelakunya, sehingga ia tiada masuk neraka sama sekali.

[3]. Kufur besar menjadikan halal darah dan harta pelakunya, sedangkan kufur kecil tidak demikian.

[4]. Kufur besar mengharuskan adanya permusuhan yang sesungguhnya, antara pelakunya dengan orang-orang mukmin. Orang-orang mukmin tidak boleh mencintai dan setia kepadanya, betapun ia adalah keluarga terdekat. Adapun kufur kecil, maka ia tidak melarang secara mutlak adanya kesetiaan, tetapi pelakunya dicintai dan diberi kesetiaan sesuai dengan kadar keimananny, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kemaksiatannya.

para ulama dari kalangan empat madzhab membagi kufur menjadi empat macam

1 .Kufur I’tiqodi yaitu kufur yang bersumber dari keyakinan atau hati , seperti keyakinan bahwa Allah bertempat , ada pada satu arah atau semua arah , bersemayam , duduk di atas singgahsana Allah di atas arrasy , atau juga berkeyakinan bahwa Allah adalah cahaya dan semacamnya

2 . Kufur Fili yaitu kufur yang bersumber dari perbuatan , seperti sujud kepada berhala , melempar mushaf atau lembaran2 yang bertuliskan ayat alquran atau nama2 yang di agungkan ketempat sampah atau kotoran yg najis atau menginjaknya dengan sengaja dan lain2

3 . Kufur Qauli yaitu kufur yang bersumber dari ucapan , seperti mencaci Allah , mencaci Nabi , melalaikan dan agama islam , meremehkan janji dan ancaman Allah , mengharamkan perkara2 yang jelas2 halal atau sebaliknya menghalalkan yg haram dan lain2 , seperti juga mengatakan bahwa Allah adalah akal yang mengatur/al aqlu al mudabbir atau bulu yang menciptakan/arrisyah al mubdi’ah , sebagaimana terdapat dalam kitab fi zhilal al quran karangan sayyid quthb pimpinan satu kelompok yang di namakan jamaah islamiyah yang menghalalkan darah umat islam


C. Bahaya - Bahaya Kufur  
Ucapan dan keyakinan yang menyebabkan KUFUR

1) Setiap orang yang mencaci Allah atau mencaci seorang Rasul dari para Rasul Allah, atau satu Malaikat dari para Malaikat Allah, maka sungguh orang itu telah kafir

2) Setiap orang yang mengingkari Rububiyah (hanya Allah Dzat yang menciptakan dan memelihara alam ini) atau Uluhiyah (hanya Allah Dzat yang berhak disembah) atau risalah dari seorang Rasul dari para Rasul Allah, atau mempunyai keyakinan bahwa akan ada Nabi akhir zaman, Muhammad SAW, maka orang itu telah KAFIR

3) Setiap orang yang mengingkari salah satu yang difardhukan (diwajibkan) dari kewajiban-kewajiban agama yang telah disepakati (Ijma') seperti Sholat, zakat, puasa, ibadah haji, berbuat baik pada orang tua atau Jihad misalnya, maka orang itu telah KUFUR

4) Setiap orang yang membolehkan segala macam yang diharamkan agama yang keharamannya telah disepakati, diketahui secara dhoruri (mudah) dalam syari'at, seperti zina, minum khamr, mencuri, membunuh, dan menyihir, maka sungguh orang itutelah KUFUR

5) Setiap orang yang mengingkari satu surat, satu ayat, satu huruf dalam al-Quran, maka sungguh orang itu telah KUFUR

6) Setiap orang yang mengingkari satu sifat-sifat Allah, seperti sifat hidup, Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Penyayang, maka sungguh orang itu telah KUFUR

7) Setiap orang yang jelas kelihatan meremehkan agama, apa yang diwajibkan atau disunnahkan, mempermainkan, menghinanya, melempari al-Quran dengan kotoran, menginjak dengan kakinya, karena menghina dan merendahkannya, maka sungguh orang itu telah KUFUR

8) Setiap orang yang memiliki keyakinan bahwa tidak ada bi'tsah (kebangkitan setelah alam kubur), tidak ada siksa, tidak ada nikmat pada hari qiyamat, atau berkeyakinan bahwa siksa atu nikmat pada hari qiyamat nanti bersifat ma'nawi saja, maka menjadi KUFUR orang itu

9) Setiap orang yang berpendapat bahwa para Wali itu lebih utama dari para Nabi, atau bahwa ibadah itu gugur (tidak wajib) dari sebagian para Wali, maka sungguh orang itu telah KUFUR.
Adapaun alasan semua hal tersebut diatas, dalam Ijma' Ulam kaum Muslimin setelah Firman Allah:
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka menjawab: Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja. Katakan: Apakah dengan Allah, ayat-ayat-NYA, Rasul-NYA, kamu selalu berolok-olok? Tidak usah meminta maaf, karena kamu KAFIR setelah beriman..."(At-Taubah; 65-66)

Ayat tersebut diatas menunjukkan bahwa setiap orang yang secara nyata mempermainkan Allah, atau sifat-sifatNYA, atau Syari'at-NYA, atau Rasul-NYA, maka sungguh orang itu telah KUFUR.
Hukuman bagi orang KUFUR dengan sebab apa yang dikemukakan diatas, adalah diperintahkan untuk bertaubat, selam 3 hari, jika ia bertaubat dari ucapan dan keyakinannya itu (maka taubatnya diterima), tetapi jika tidak, maka ia harus DIBUNUH, sebagai hukuman. Dan hukumannya setelah mati adalah sama dengan hukuman bagi orang yang MURTAD. Sebagian ahli ilmu membuat pengecualian, bahwa orang yang mencaci maki Allah atau Rasul-NYA, maka dibunuh pada saat itu jugadan tidak diterima tobatnya. Sebagian lagi berpendapat, bahwa ia diperintahkan untuk bertobat lebih dulu dan tobatnya itu diterima, lalu ia mengucapkan dua kalimah syahadat, membaca istighfar dan bertobat kepada Allah.

sumber1 | sumber2 | sumber3 | sumber4 |

Ditulis Oleh : Ai Roudotul // 9:07 pm
Kategori:

2 Komentar Menarik:

  1. makasih..

    Tapi kan tetep ada pengampunan bagi orang kufur yang taubat kan ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu dia taubatan nasuha mase :D
      tapi jangan sekali2 deh kita kufur ..
      hiii

      Delete

 

Follow dan Join yu .. :D

Aii Roudotul. Powered by Blogger.