Cerita Anak - Perjalanan Gulliver di Negeri Orang Kerdil


PERJALANAN GULLIVER
DI NEGERI ORANG KERDIL

            Pada jaman dahulu kala, di Inggris ada sebuah tanah kerajaan kecil. Raja itu mempunyai seorang anak yang bernama Gulliver. Ketika Gulliver dewasa dia bekerja di sebuah kapal sebagai seorang dokter. Dia cukup bisa.
            Suatu ketika dia sudah siap untuk berlayar, Antelope, dari tepi laut di Bristol sebuah pelabuhan kecil di salah satu kota di Inggris. Kapal itu melakukan perjalanan menuju ke arah timur.
            Ketika kapal itu sedang melewati arus pasang ditengah lautan, sebuah badai dahsyat mengguncang kapal tersebut. Kemudian, kapal tersebut menabrak sebuah batu besar.
            Gulliver, bersama dengan banyak lagi penumpang kapal terlempar ke dalam lautan. Dia tidak tau bagaimana nasib semua penumpang kapal tersebut. Tetapi, dari situlah, kisah Gulliver bermula.
            Gulliver berjuang keras agar tidak tenggelam. Ketika lautan mulai tenang dia terbangun dan menyadari bahwa dia sudah berada di tepi pantai. Tetapi, tidak ada tanda-tanda adanya kehidupan,. Disamping itu, dia merasa sangat lelah, lapar, dan kemudian langsung tertidur.
            Ketika Gulliver terbangun dari tidurnya, hari sudah siang. Tetapi dia merasa sangat tidak nyaman, ketika dia ingin bangun dia tidak bisa. Ternyata, dia sudah diikat dengan tali kecil di sekeliling tubuhnya, dan tali tersebut telah dipaku di tanah!
            Gulliver merasa ada sesuatu yang bergerak di dadanya dan terus bergerak kearah pipinya. Dia menggerakan matanya untuk melihat apa yang  terjadi disekitarnya. Dalam kecemasannya, dia melihar orang-orang kecil, tinggi nya tidak lebih dari 6 inci, berjalan di sekitar dadanya dengan membawa busur dan anak panah! Lalu kemudian di belakangnya ada lagi 40 orang!
            “Siapa kalian dan apa yang kalian lakukan?” geram Gulliver kepada orang- orang kecil yang merasa bingung. Kemudian, Gulliver berusaha untuk melepaskan ikatannya dengan cara menggoyang – goyangkan tubuhnya dan kepalanya dengan kuat. Melihat itu semua orang kerdil tadi meneriakan sesuatu, diikuti dengan tembakan-tembakan dan panah kearah tangan dan muka Gulliver. Itu sangat menyakitkan dan membuat dia diam untuk sesaat.
            Gulliver tidak dapat mendengar orang-orang kerdir tersebut berbicara dalam bahasa yang tidak dimengerti oleh dia. Dia mencoba untuk melihat kesamping dari asal suara  perintah tadi datang. Dia melihat sebuah podium yang dijaga ketat. Raja dari orang-orang kerdil tersebut berbicara dengan Gulliver dari atas podium. Gulliver menunjuk kearah mulutnya untuk menunjukan betapa laparnya dia. Raja tersebut kemudian memerintahkan prajutitnya untuk menyediakan makanan bagi Gulliver. Tiba-tiba sebuah tangga dipasang di sisi kanan dari Gulliver. Orang-orang kerdil tersebut naik dan turun membawa keranjang-keranjang yang berisi makanan dan beberapa drum anggur.
            “ Ah, betapa enaknya!”, kata Gulliver pelan setelah dia makan dan merasakan anggurnya. Setelah Gulliver merasa kenyang. Tali-tali yang mengikatnya segera lepas. Tetapi karena dia mencium sejenis salep yang digosokan di luka-luka yang ada di badannya yang tertusuk panah dan terasa perih, dia segera tertidur.
            Ketika Gulliver sedang tertidur lelap, lima ratus orang-orang kerdil membuat sebuah kreta untuk membawa Gulliver dan menariknya dengan katrol, tali, dan galah. Mereka juga mengerahkan seribu lima ratus kuda untuk menarik kreta tersebut. Kuda-kuda itu tingginya tidak lebih dari empat setengah inci. Lima ratus orang menjaganya di waktu malam.
            Perjalanan dilakukan selama dua hari sampai akhirnya mereka tiba di kuil. Kuil tersebut adalah bangunan terbesar di kerajaan tersebut. Kuil dibuat untuk temoat tunggal Gulliver. Dia dapat masuk ke dalam kuil tersebut dengan cara merangkak dan merambat untuk masuk kedalam kamar untuk tidur. Kakinya dirantai ke jendela. Rantai yang besar tersebut dibuat oleh tukang besi kerajaan dengan cara menyatukan banyak sekali rantai-rantai yang kecil, ukurannya sebesar jam tangan.
            “ Oh, seorang raksasa!” kata orang yang lewat sambil mencoba untuk memukul Gulliver. Ketakjuban mereka semakin bertambah ketika mereka melihat Gullver berdiri dan berjalan. Dari situ Gulliver dapat melihat pedesaan, sawah, dan pohon dan tingginya hanya tujuh  kaki. Binatang-binatang juga terlihat sangat kecil.
            Suatu hari sang raja datang untuk melihat Gulliver di kuil tersebut. Dia cukup tampan untuk orang kerdil. Dia berpakaian dengan rapih dan mengenakan helm yang terbuat dari emas dan sebuah pedang kecil di tangannya. Gulliver tidak mengerti bahasa yang meraka pakai untuk berbicara. Ketika raja tersebut pergi, Raja tersebut menempatkan penjaganya yang terkuat untuk menjaga Gulliver dengan ketat dan dibawah pengawasannya. Dan beberapa orang bersiap untuk menembakan panahnya kearah Gulliver.
            Enam pengawal yang sedang berjaga segera ditangkap oleh Gulliver dan membawa mereka sebelum mereka menghukumnya. Dia memasukan lima orang kedalam kantongnya. Yang satu orang lagi dia pegang ditelapak tangannya dan didekatkan kedalam mulutnya, berpura-pura untuk memakannya. Orang kerdil tersebut panic dan berteriak-teriak. Gulliver kemudian melepaskannya beserta kelima orang kerdil lainnya. Aktingnya ini membuat oang-orang kerdil bersimpati dan hormat kepadanya.
            Sang Raja memerintahkan orang-orangnya untuk menyiapkan sebuah tempat tidur yang besar dan nyaman untuk Gulliver. Seratus limka puluh tempat tidur segera disatukan untuk membuat satu tempat tidur yang pas dengan Gulliver. Ratusan selimut kecil dan kain-kain dijahit bersama untuk menjadi selimutnya Gulliver. Untuk makanannya mereka menyediakan enam sapi, emapat puluh dimba, berkeranjang-keranjang roti, dan berdrum-drum anggur yang dibawa dari pedesaan setiap harinya.
            Enam orang guru khusus diminta  oleh Raja untuk mengajari Gulliver bahasa yang mereka paka gulliver bekerja keras dan tak lama kmudian dia bisa berbicara dengan Raja dala bahasa mereka. Sang Raja mulai menyukainya.
            Gulliver meminta kepada Raja untuk membebaskannya. Dengan satu ayarat, yaitu tetap membuat mereka tenang dan damai serta tidak membocorkan rahasia kerajaan mereka kepada siapapun. Sang Raja berjanji akan membebaskan dia.
            Sang Raja segera memerintahkan pengawalnya untuk menggeledah Gulliver untuk mencari benda yang bisa membahayakan dirinya. Gulliver segera memungut dua orang pengawal kerajaan dan membantu mereka untuk menggeledah dirinya. Dibawah mereka menemukan suatu benda yang aneh menurut mereka. Sapu tangannya Gulliver, mereka mengira bahwa itu adalah karpet yang sangat besar! Kotak tembakaunya mereka mengira bahwa itu adalah meja catur yang sangat besar! Mera juga menemukan sisir dan mereka kira bahwa itu adalah pagar besar seperti pagar kerajaan. Jamnya Gulliver bisa mereka angkat degnan menggunakan dua orang dan sebatang kayu besar untuk diangkat di pundaknya dan ditunjukan kepada sekitarnya. Suara jam tersebut mirip dengan suara sungai. Mereka memanggil Gulliver orang besar seperti gunung.
            Pedang dan pistol Gulliver yang menggantung di pinggangnya sangat menarik perhatian mereka. Ketika itu pula sang Raja meminta Gulliver untuk menebakan senjatanya. Setelah ditembakan ternyata suaranya membuat orang-orang kerdil ketakutan. Kedua senjata itu diambil darinya. Barang-barang Gulliver lainny seperti sisir, pisau, saputangan, buku catatan, dan kotak tembakau dikembalikan kepada Gulliver. Barang-barang milik Gulliver yang istimewa yang disembunyikan dikantongnya tetap bersama dia.
            Kemudian, orang-orang kerdil tersebut menyadari bahwa Gulliver tidak bermaksud untuk menyakiti mereka. Ketika Gulliver sedang beristirahat mereka datang untuk menari diatas telapak tangan Gulliver. Anak laki2 dan perempuan dapat bermain petak umpet diantara rambutnya tanpa rasa takut.
            Suatu hari Raja mengundang Gulliver untuk melihat kerajaannya ketika Gulliver tiba disana seorang kaisar wanita menjulurkan tangannya untuk dicium.
            Sekali lagi Gulliver meminta kepada Raja untuk membebaskan dia. Raja bertanya kepada Gulliver., “ Tolong hancurkan pasukan dari pulau Blefucu yang sudah disiapkan untuk menyerang kami.” Kemudian, salah satu anggota kerajaan menjelaskan. “ Ini semua dimulai ketika kakek buyutnya mempunya seorang anak. sampai saat ini orang-orang kerdil selalu memotong bagian akhir dari telur rebus. Suatu hari, ketika sedang mengerjakan itu, jari anaknya terpotong. Jadi, ketika kejadian itu suah lewat, semua pokok persoalan harus diselesaikan sampai lebih kecil seperti seukuran bagian terakhir telur yang mereka potong. Masalahnya, hal itu menyebabkan enam pemberontakan.
            Salah satu Raja telam meninggal dunia, yang lainnya telah kehilangan mahkotanya. Kecemasan selalu bermula dari Pulau Blefuscu, jadi setiap orang yang tidak patuh terhadap peraturan negeri ini akan pergi ke pulau itu agar pulau tersebut makin kuat. Adalah Endian Besar yang akan menyiapkan kapal-kapalnya untuk menyerang kami.
            Gulliver berpikir untuk mencri jalan. Dia meminta kabel yang banyak dan batang-batang besi. Dia membuat seperti tali dan centelan dan membawanya untuk mencapai pulau Blefuscu, Gulliver mengikat dan mencantelkan kepada banyak kapal yang sedang berlabuh disekitar pelabuhan. Para kurcaci yang ada diatas kapal tersebut sangat ketakutan atas apa yang dilihatnya. Banyak yang melompat dari atas kapal ke dalam lautan. Mereka berteriak dan menembakan panahnya ke sekujur tubuh Gulliver.Gulliver memakai kacamata untuk melindungi matanya dariserangan-serangan panah tersebut. Setelah mengumpulkan kapal-kapal, Gulliver menarikannya kearah laut menuju tanah orang-orang kerdil. Ketika melihat Gulliver menuju ke pelbuhan, sang Raja sangat senang. Dia mengangkat Gulliver menjadi Nardac. Seseorang yang berkedudukan tertinggi kedua dibawah pangeran. Sang Raja kemudian meminta kepada Gulliver untuk mengambil seluruh kapal-kapal musuh sehingga Raja tersebut dapat memerintah seluruh Blefuscu. Gulliver merasa tidak ingin melakukan hal tersebut . Sang Raja merasa tidak senang dengan hal ini.
            Tiga minggu kemudian, enam duta besar dan lima ratus prajurit dari Blefuscu datang dengan damai dan meminta kepada sang Raja bahwa rajanya ingin bertemu dengan Gulliver. Sang Raja memberikan ijin dengan perasaan tidak senang. Beberapa pejabat tinggi ada yang tidak suka dengan Gulliver. Mereka bilang kepada Raja bahwa Gulliver lupa pada perintah pertamanya dan menawarkan gencatann senjata. Panglima tertinggi tidak suka pada Gulliver karena sudah mengeluarkan banyak uang untuk memberinya makan dan membuatkannya pakaian. Kedua pejabat tinggi kerajaan merasa cenburu kepada Gulliver karena dia diangkat untuk menjadi Nardac, sebuah pangkat yang tinggi dibandingkan dengan mereka semua.
            Satu malam, seorang utusan datang kepada Gulliver dan memberinya informasi bahwa ada sekongkolan untuk melawan dia. Semua yang tidaksuka kepada Gulliver meminta kepada raja untuk memberikan hukuman mati kepada Gulliver karena sudah menjadi penghianat. Hanya sekretaris kerajaan yang menyelamatkan keadaan dengan memanggil pelayannya ke kerajaan. Para pejabat tinggi merasa sangat ketakutan bahea Endians Besar akan menggunakan kekuatan          Gulliver dan menyatakan perang kepada negeri orang-orang kerdil.Mereka memutuskan untuk menutup mata.
            Sekarang Gulliver sadar bahwa ini saat yang tepat untuk pergi meninggalkan negeri orang-orang kerdil. Di sana dia disambut dengan sangat ramah. Setelah beberapa hari, diamelihat kapal yang terbalik. Raja Blefuscu meminjamkan dia dua puluh kapal dan tiga ribu nelayanuntuk membantunya mengembalikan kapal yang terbalik tadi. Lima ratus orang membantunya untuk membuatnya berlayar. Gulliver memotong beberapa batang pohon yang besar untuk membut dayung dan tiang kapal untuk memasang layar.
            Ketika Gulliver sudah siap  untuk berlayar, Raja dari Blefuscu memberika lukisan Dirinya. Kemudian, dengan kapal yang sudah diisi dengan makanan diantaranya lembu jantan, domba, sapi banteng, serta ratusan ayam jantan. Gulliver akhirnya berlayar kembali untuk pulang kerumahnya. Hanya beberapa hari di laut, dengan nasib yang baik dia melihat sebuah kapal, yang pernah dia naiki. Dia akhirnya dapat bertemu teman lamanya di atas kapal. Gulliver menceritakan kembali seluruh pengalamannya yang orang lain tidak akan percaya sampai dia menunjukan istana kecil yang dia bawa dengannya. Ketika akan sampai rumahnya, dia menjual beberapa istana yang ia bawa, sedangkan yang lainnya dia susun di dekat rumahnya.
            Kebahagiaan Gulliver yang paling besar adalah ketika dia dapat bersatu kembali dengan istrinya dan anak-anaknya! Itu juga menyenangkan kita semua.





KAMUS

1.      Pelayaran         : Perjalanan panjang mealui laut
2.      Kisah               : Cerita tentang kejadian
3.      Lengkap          : Tidak ada kurangnya
4.      Kaget              : Terperanjat atau terkejut
5.      Tidak  patuh    : Tidak nurut
6.      Berteriak         : Seru yang keras
7.      Kuat                : Banyak tenaganya
8.      Benar               : Tidak salah
9.      Berbisik           : Suara desis perlahan
10.  Tidur               : Di keadaan berhenti
11.  Tarik                : Hela
12.  Rangkak          : Bergerak dengan bertumpu pada tangan dan lutut
13.  Memasukan     : Masuk kedala
14.  Pura-pura         : Tidak sesungguhnya
15.  Panik               : Bingung, gugup
16.  Tembakau        : Tumbuhan untuk rokok
17.  Gantung          : Sangkut
18.  Menyerang      : Mendatangi untuk melawan
19.  Pemberontak   : Orang melawan pemerintah yang syah
20.  Berlabuh          : Tergelantung ke bawah
21.  Khawatir         : Gelisah atau cemas
22.  Menghianati    : Menghianat
23.  Sekongkol       : Orang yang turut serta berkelompok melakukan kejahatan
24.  Penghianat      : Orang yang menghianati
25.  Dayung           : Tongkat yang lebar dan pipih ujungnya untuk mengayuh
26.  Layar               : Kain tebal yang digunakan untuk angin




             

Ditulis Oleh : Ai Roudotul // 9:29 pm
Kategori:

2 Komentar Menarik:

  1. bagus nie pelem,baru sekali nontonnya pengen ngulang lagi.Pokoknya kalo dah Jack Black yg maen kocak abis dahh

    ReplyDelete
  2. jhahha,, emang betul sih,,
    tapi selain dari film aku pernah baca lagi kaya novelnya kalo ga salah ..

    ReplyDelete

 

Follow dan Join yu .. :D

Aii Roudotul. Powered by Blogger.