Pencemaran Lingkungan



Pencemaran lingkungan berakibat terhadap kesehatan manusia,tata kehidupan, pertumbuhan flora dan fauna yang berada dalam jangkauan pencemaran. Gejala pencemaran dapat terlihat pada jangka waktu singkat maupun panjang, yaitu pada tingkah laku dan pertumbuhan. Pencemaran dalam waktu relatif singkat, terjadi seminggu sampai dengan setahun sedangkan pencemaran dalam jangka panjang terjadi setelah masa 20 tahun atau lebih.
Gejala pencemaran yang terjadi dalam waktu singkat dapat diatasi dengan melihat sumber pencemaran lalu mengendalikannya. Tanda-tanda pencemaran ini gampang terlihat pada komponen lingkungan yang terkena pencemaran. Berbeda halnya dengan pencemaran yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Bahan pencemar sedikit demi sedikit berakumulasi.
Dampak pencemaran semula tidak begitu kelihatan. Namun setelah menjalani waktu yang relatif panjang dampak pencemaran kelihatan nyata dengan berbagai akibat yang ditimbulkan. Unsur-unsur lingkungan,mengalami perubahan kehidupan habitat. Tanaman yang semula hidup cukup subur menjadi gersang dan digantikan dengan tanaman lain. Jenis binatang tertentu yang semula berkembang secara wajar beberapa tahun kemudian menjadi langka, karena mati atau mencari tempat lain.
Kondisi kesehatan manusia juga menunjukkan perubahan; misalnya, timbul penyakit baru yang sebelumnya tidak ada.Kondisi air, mikroorganisme, unsur hara dan nilai estetika mengalami perubahan yang cukup menyedihkan.
Berdasarkan sistem lingkungan yang ada di alam ini, pencemaran lingkungan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara.

a. Pencemaran Air


Setelah sebelumnya dibahas mengenai pencemaran lingkungan, bahasan selanjutnya dalam artikel pencemaran lingkungan ini adalah tentang pencemaran air. Pencemaran air adalah perubahan susunan zat air akibat dari polutan asing yang masuk di dalamnya sehingga kualitas air menjadi rendah dan tidak layak dikonsumsi bahkan bisa menyebabkan kematian.
Di dalam ekosistem tempat tinggal kita, air merupakan salah satu unsur vital pembentuk kehidupan. Air memegang peranan penting dalam keberlangsungan sebuah kehidupan. Kegiatan manusia dalam menjalankan aktivitasnya sebagai mahkluk hidup secara tidak sengaja atau disadari atau tidak telah mencemari air, baik dengan bahan organik maupun kimia.
Contoh kecilnya saja adalah kegiatan cuci mencuci dengan menggunakan deterjen. Secara tidak langsung kita sudah meracuni air dengan zat kimia yang berbahaya yang dapat merusak susunan organik yang ada dalam air. Pemberian pupuk kimia di sawah pun adalah salah satu tindakan pencemaran air.
salah satu langkah sederhana yang paling efektif untuk menekan tingkat pencemaran air adalah tidak membuang sampah ke sungai. Sedangkan untuk skala besar sebaiknya ada aturan tegas dari pemerintah, untuk menginstrukan agar memiliki saluran pembuangan limbah.

b. Pencemaran Tanah

Pembahasan dalam artikel pencemaran lingkungan yang selanjutnya adalah tentang pencemaran tanah. Pencemaran tanah terjadi jika ada perubahan struktur zat penembentuk tanah. Perubahan ini pastinya ke arah yang lebih buruk sehingga tanah menjadi tidak subur lagi dan tanaman tidak bisa tumbuh di atasnya. Itulah yang disebut dengan pencemaran tanah.
Kualitas tanah dapat berkurang karena terjadinya sebuah pencemaran. Pencemaran itu terjadi bisa karena erosi air yang mengalir sehingga kesuburan tanah menjadi berkurang atau dapat pula disebabkan oleh limbah zat padat yang mencemari tanah.
Limbah padat itu berupa sampah, baik bahan organik maupun nonorganik. Sampah itu bisa berasal dari rumah tangga maupun industri. Sampah rumah tangga jauh lebih banyak daripada sampah industri dan sering menjadi masalah dalam kehidupan di perkotaan.
Namun, sampah rumah tangga ini biasanya terdiri atas sampah organik yang bisa terurai dalam tanah, sedangkan sampah industri itu adalah sampah nonorganik yang berupa bahan kimia yang berbahaya yang bisa langsung unsur hara dalam tanah sehingga tahan menjadi tidak subur lagi.
Sampah rumah tangga yang paling berbahaya adalah sampah nonorganik yang berupa plastik, kaca, kaleng dan logam, yang tidak mungkin terurai dalam tanah. Menurut penelitian sampah plastik itu akan terurai menjadi unsur tanah kembali dalam jangka dua ratus tahun. Sedangan sampah organik bisa terurai dalam tiga puluh tahun, namun sampah organik menimbulkan bau dan mengeluarkan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.
Sebagai langkah pencegahan agar pencemaran tanah tidak semakin parah, kita bisa turut menekannya dengan cara memilah jenis sampah yang dibuang berdasarkan kelompok organik dan anorganik atau berdasarkan sampah yang bisa diuraikan dan yang tidak bisa diuraikan.

c. Pencemaran Udara

Pembahasan terakhir dalam artikel pencemaran lingkungan kali ini akan penulit tutup dengan suguhan pembahasan tentang pencemaran udara.Pencemaran udara adalah pencemaran yang paling sering terjadi. Udara dikatakan tercemar atau teracuni jika ada bermacam-macam partikel yang mengambang di dalamnya, baik berupa partikel padat, air dan gas.
Pencemaran udara berupa partikel gas kebanyakan terjadi dari asap kendaraan bermotor dan limbah pabrik industri. Limbah yang meracuni udara berupa karbon monoksida, senyawa belerang SO2 dan H2S, senyawa nitrogen NO2, dan chlorofluorocarbon CFC.
Jika kadar CO2 dalam udara meningkat, maka suhu bumi akan semakin meningkat. CO2 banyak dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu, di wilayah kota besar yang padat dengan kendaraan bermotor suhunya selalu tinggi alias panas.
Gas SO2 dan H2S yang mengambang di udara, kemudian berasimilasi dengan unsur air dapat menyebabkan hujan asam. NO2 yang meracuni udara dapat menimbulkan asma atau gangguan pernapasan lainya, bahkan dapat menyebakan kematian. Sedangkan CFC ini adalah salah unsur kimia yang dapat merusak lapisan ozon.
Pencemaran udara berupa materi padat dan cair bisa berupa titik air dari racun peptisida atau titik air berupa kabut dari hasil pembakaran senyawa kimia industri. Kabut ini bisa menyebabkan sesak nafas dan gatal-gatal pada kulit.
Kendaran bermotor juga bisa mengeluarkan senyawa timbal yang merugikan bagi kesehatan. Senyawa timbal adalah berupa partikel padat yang dihasilkan dari pembakaran bensin yang dapat merusak paru-paru kita. 
Langkah paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk menekan semakin parahnya pencemaran udara adalah dengan melakukan uji emisi terhadap kendaraan yang kita miliki. dengan begitu, pembakaran yang dihasilkan pun tidak akan terlalu berbahaya.
Nah, itulah beberapa bahasan yang bisa penulis sampaikan dala artikel pencemaran lingkungan kali ini. Semoga dengan semakin banyaknya artikel-artikel pencemaran lingkungan yang dibuat dan dibaca, masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Ditulis Oleh : Ai Roudotul // 6:57 pm
Kategori:

0 Komentar Menarik:

Post a Comment

 

Follow dan Join yu .. :D

Aii Roudotul. Powered by Blogger.