Makalah Shalat


Bsimillah ,,,

bagi kawan - kawan yang sekiranya membutuhkan penjelasan seperti makalah mengenai Shalat, ini saya sediakan penjelasan di bawah yang sudah saya temukan dari beberapa situs tetangga.  

Selamat Mengerjakan Tugas ..

BAB I

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Shalat merupakan salah satu kewajiban bagi kaum muslimin yang sudah mukallaf dan harus dikerjakan baik bagi mukimin maupun dalam perjalanan.
Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah syahadat. Islam didirikan atas lima sendi (tiang) salah satunya adalah shalat, sehingga barang siapa mendirikan shalat ,maka ia mendirikan agama (Islam), dan barang siapa meninggalkan shalat,maka ia meruntuhkan agama (Islam).
Shalat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima kali, berjumlah 17 rakaat. Shalat tersebut merupakan wajib yang harus dilaksanakan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik sedang sehat maupun sakit. Selain shalat wajib ada juga shalat – shalat sunah.
Untuk membatasi bahasan penulisan dalam permasalahan ini, maka penulis hanya membahas tentang shalat wajib kaitannya dengan kehidupan sehari – hari.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka bahasan tentang shalat dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.   Apa pengertian dari shalat itu?
2.   Apa hikmah dari shalat  Fardhu dan berjamaah?
3.   Apa saja hikmah dari gerakan shalat?
4.   Apa fungsi dari shalat?
5.   Apa saja hal-hal yang merusak atau membatalkan shalat?
6.   Bagaimana kita supaya bias melaksanakan shalat tepat waktu?

1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini pertama untuk memenuhi tugas mata pelajaran PAI,  kemudian supaya kita bisa mempelajari dan memahami apa saja yang terkandung dalam shalat itu dengan harapan kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Shalat
Shalat menurut bahasa berarti doa. Menurut Istilah ahli fiqih berarti:Perbuatan (gerak), dan perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengansalam dengan syarat-syarat tertentu. Shalat merupakan ibadah yang palingfundamental dalam Islam. Khususnya Shalat Fardhu lima kali sehari semalamyang tak boleh ditinggalkan. [1]Menurut syariat Islam, praktik shalat harus sesuai dengan segala petunjuk tata cara Rasulullah SAW sebagai figur penyampai perintah Allah. NabiMuhammad telah memberikan peringatan keras kepada orang yang sukameninggalkan shalat, diantaranya beliau bersabda: “
Perjanjian yang memisahkankita dengan mereka adalah Shalat. Barang siapa yang meninggalkan shalat,berarti dia telah kafir”Hadist riwayat Imam Ahmad dan Tirmidzi

2.2 Hikmah Dari Shalat  Fardhu Dan Berjamaah
Adapun hikmah dari shalat fardhu yaitu :
·         Sepanjang waktu sejak pagi, siang sore, petang hingga malam hari agar senantiasa bersyukur dan ingat kepada Allah SWT dengan menjalankan shalat lima waktu
·         Setiap kali hendak mengerjakan shalat kita disyaratkan agar bersih dan suci dari najis dan hadats adalah sebagai symbol dan tuntunan agar kita senantiasa hidup bersih
·         Shalat harus dilaksanakan dengan khusuk dan dapat dilakukan manakala hati kita bersih dan teguh
·         Shalat adalah ekspresi penghambaan diri manusia kepada Allah SWT sehingga akan menimbulkan ketentraman jiwa dan terhindar dari gangguan kejiwaan /stress
Hikmah shalat berjamaah
·         Nilai shalat berjamaah lebih utama dari pada shalat sendiri
·         Dapat menyempurnakan kekurangan dalam melaksanaakan shalat
·         Dapat menimbulkan rasa persaudaraan, persamaan derajat dan kesamaan umat
·         Menumbuhkan sikap disiplin baik sebagai imam ataupun sebagai makmum.
2.3 Hikmah Dari Gerakan Shalat
       1.TAKBIR (Mengangkat Tangan)
Memberika aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat dilengan untuk diisikan ke mata, telinga, mulut.
       2.SEDEKAP (Pengisian Pembuluh Darah di Organ-organ Kepala)
Menjepit pembuluh darah balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah ditangan kanan akan mengembang. Pada saat mengangkat tanganmau rukuk semprotan pembuluh darah berkecepatan tinggi di tangan kanan akan mengisi pembuluh darah yang ada di bagian kepala.
       3.RUKUK (Pelenturan Memori Otak dan Ginjal)
Kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang, merupakan saraf sentral beserta sistem aliran darahnya. Rukuk yang sempurna akan menarik urat pinggang sehingga dapat mencegah sakit pinggang dan sakit ginjal. Tuas sistem keringat yang terdapat di pinggung, pinggang, paha , betis belakang, terpelihara oleh gerakan rukuk, dan tulang leher, serta saluran saraf memori juga terdapat kelenturannya.
       4. I’TIDAL (Pencegah Sakit Kepala dan Pinggang)
Posisi I’tidal bangun dari rukuk membuat aliran darah turun langsung dari kepala, menyebabkan bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Sehinga dapat mencegah saraf keseimbangan tubuh kita sangat berguna untuk menghilangkan sakit kepala dan pingsan dengan tiba-tiba.
       5.SUJUD (Pencegahan Koroner dan Stroke)
Pada saat sujud pembuluh darah nadi balik, dikunci dipangkal paha, sehingga tekana darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan di pompa ke kepala. Posisi sujud adalah cara maksimal untuk mengalirkan darah dan oksigen ke otak dan anggota tubuh di kepala. Posisi dujud adalah teknik terbaik untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner. Juga membuat pembuluh darah halus di otak mendapat tekanan lebih, sehingga bisa mencegah stroke.
        6.DUDUK 2 SUJUD (Duduk Perkasa)
Tekukan kaki dan jari kaki dapat menyeimbangkan sistem elektrik dan saraf keseimbangan tubuh kita. Posisi duduk 2 sujud memperbaiki dan menjaga kelenturan saraf keperkasaan yang banyak terdapat pada bagian paha dalam, cekungan lutut sampai ibu jari kaki. Akibat lenturnya saraf keperkasaan ini akan mencegah diabetes, prostate dan hernia.
       7.DUDUK TAHIYYAT AWAL (Duduk Pembakaran)
Posisi duduk ini jika agak lama sehingga lipatan paha dan betis bertemu, akan mengaktifkan kelenjar keringat sehingga dapat mencegah pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki tertakan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki menyebabkan pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakkan ini akan menjegah agar kaki optimal menopang tubuh kita.
        8.DUDUK TASYAHHUD AKHIR (Keseimbangan Saraf dan Penyembuhan Wasir)
Posisi duduk ini lebih baik dari bersila. Dalam ilmu yoga kalau pergelangan kaki akan dipegang, lalu tekan diarea cekungan akan berguna untuk membongkar pengapuran dikaki kiri. Duduk ini membuat saraf keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata akan terjaga dengan baik.
        9.SALAM (Terapi Penyakit Kepala)
Gerakan salam jika dilakukan secara maksimal, bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Berkat kontraksi otot-otot di kepala dihasilkan energi panas dan zat-zat yang diperlukkan untuk rehabilitasi jaringan yang rusak. Salam kanan dan kiri secara maksimal, mencegah penyakit kepala dan tengkuk kaku.

2.4 Fungsi Dari Shalat

Fungsi shalat tersebut adalah; pertama shalat berfungsi sebagai fasilitas puncak untuk mengingat Allah. Hal ini dengan jelas Allah tegaskan dalam surat Toha ayat 14, “Sesungguhnya Aku adalah Allah yang tidak ada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk. Karena fungsi ini pulalah nilai shalat seseorang dihadapan Allah juga tergantung sepenuhnya pada kualitas ingat kepada Allah yang berhasil dirangkai dalam shalat.
Mengingat Allah memang bisa dilakukan di luar shalat dan dengan dengan cara selain shalat. Tetapi ini kehendak dan titah Allah al-Madzkur, Yang Selalu Diingat tentang shalat. Maka bila ada orang shalat tanpa ingat kepada Allah, sungguh shalatnya tidak berfungsi dengan baik. Begitu juga orang yang mengklaim bisa mengingat Allah tanpa shalat, maka ia orang tertipu karena menyalahi perintah Allah Al-Madzkur yang ingin diingatnya.
Kedua, shalat berfungsi untuk mengantarkan seseorang pada solusi terbaik dari masalah-masalah yang dihadapinya. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 45, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan cara bersabar dan melakukan shalat. Sesungguhnya shalat itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.”. Shalat adalah bagian dari menemukan solusi cerdas. Bagi bangsa yang sering dilanda masalah dan musibah ini pemahaman akan fungsi shalat ini mutlak dimiliki. Namun sayangnya yang terjadi di masyarakat justru sebalikanya. Banyak orang menjadi malas bahkan berani meninggalkan shalat dengan dalih banyak masalah.
Dalam hadits sahih riwayat Bukhari Muslim disebutkan betapa Allah akan menjawab setiap bacaan Fatihah dalam shalat, ayat demi ayat.
Ketiga, shalat berfungsi mengendalikan emosi pelakunya. Allah berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45, “Dan dirikanlah shalat. Karena sesungguhnya shalat mencegah perbuatan keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (dalam shalat) lebih besar (kedudukannya). Dan Allah tahu apa yang kalian perbuat.” Inilah dampak sosial terbesar shalat. Shalat akan mengendalikan pelakunya dari emosi-emosi liar, perbuatan-perbuatan tercela dan tidakan-tindakan yang merusak. Dalam sebuah keterangan disebutkan, shalat yang tidak bisa mengendalikan perilaku pelakunya, kelak akan Allah pukulkan pada wajahnya. semua fungsi shalat itu tidak akan bisa diraih dan dirasakan bila selama shalat pelakunya gagal mengingat Allah. Gagal menanamkan rasa melihat atau dilihat Allah.!
2.5 Hal-Hal Yang Merusak/Membatalkan Shalat
Shalat seseorang akan batal apabila ia melakukan salah satu di antara hal-hal berikut ini:
1. Makan dan minum dengan sengaja. Hal ini ber-dasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:"Sesungguhnya di dalam shalat itu ada kesibukkan tertentu." (Muttafaq 'alaih) (1)Dan ijma' ulama juga mengatakan demikian.
2. Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat.
"Dari Zaid bin Arqam radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Dahulu kami berbicara di waktu shalat, salah seorang dari kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya sampai turun ayat: 'Dan hendaklah kamu berdiri karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'(1), maka kami pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara." (Muttafaq 'alaih),Dan juga sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:
"Sesungguhnya shalat ini tidak pantas ada di dalamnya percakapan manusia sedikit pun." (HR. Muslim)
Adapun pembicaraan yang maksudnya untuk mem-betulkan pelaksanaan shalat, maka hal itu diperbolehkan seperti membetulkan bacaan (Al-Qur'an) imam, atau imam setelah memberi salam kemudian bertanya apakah shalat-nya sudah sempurna, apabila ada yang menjawab belum, maka dia harus menyempurnakannya. Hal ini pernah terjadi terhadap Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam , kemudian Dzul Yadain ber-tanya kepada beliau, 'Apakah Anda lupa ataukah sengaja meng-qashar shalat, wahai Rasulullah?' Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, 'Aku tidak lupa dan aku pun tidak bermaksud meng-qashar shalat.' Dzul Yadain berkata, 'Kalau begitu Anda telah lupa wahai Rasulullah.' Beliau bersabda, 'Apa-kah yang dikatakan Dzul Yadain itu betul?' Para sahabat menjawab, 'Benar.' Maka beliau pun menambah shalatnya dua rakaat lagi, kemudian melakukan sujud sahwi dua kali. (Muttafaq 'alaih)
3. Meninggalkan salah satu rukun shalat atau syarat shalat yang telah disebutkan di muka, apabila hal itu tidak ia ganti/sempurnakan di tengah pelaksanaan shalat atau sesudah selesai shalat beberapa saat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam terhadap orang yang shalatnya tidak tepat:
"Kembalilah kamu melaksanakan shalat, sesungguhnya kamu belum melaksanakan shalat." (Muttafaq 'alaih), Lantaran orang itu telah meninggalkan tuma'ninah dan i'tidal. Padahal kedua hal itu termasuk rukun.
4. Banyak melakukan gerakan, karena hal itu bertentangan dengan pelaksanaan ibadah dan membuat hati dan anggota tubuh sibuk dengan urusan selain ibadah. Adapun gerakan yang sekadarnya saja, seperti memberi isyarat untuk menjawab salam, membetulkan pakaian, menggaruk badan dengan tangan, dan yang semisalnya, maka hal itu tidaklah membatalkan shalat.
5. Tertawa sampai terbahak-bahak. Para ulama se-pakat mengenai batalnya shalat yang disebabkan tertawa seperti itu. Adapun tersenyum, maka kebanyakan ulama menganggap bahwa hal itu tidaklah merusak shalat seseorang.
6. Tidak berurutan dalam pelaksanaan shalat, seperti mengerjakan shalat Isya sebelum mengerjakan shalat Maghrib, maka shalat Isya itu batal sehingga dia shalat Maghrib dulu, karena berurutan dalam melaksanakan shalat-shalat itu adalah wajib, dan begitulah perintah pelaksanaan shalat itu.
7. Kelupaan yang fatal, seperti menambah shalat menjadi dua kali lipat, umpamanya shalat Isya' delapan rakaat, karena perbuatan tersebut merupakan indikasi yang jelas, bahwa ia tidak khusyu' yang mana hal ini merupakan ruhnya shalat.
2.6  Membiasakan Shalat Fardhu Tepat Waktu
        Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membiasakan shalat fardhu diantaranya adalah :
·         Mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya tanpa uzur termasuk dosa besar
·         Shalat hendaknya dilaksanakan pada awal waktu.
·         Fadhilah awal waktu tetap tercapai bila ia sedang sibuk dengan kepentingan untuk shalat seperti bersuci, menutup aurat kemudian segera shalat
·         Sunnah memperlambat shalat dari awal waktu jika ia yakin akan mendapat  shalat jamaah.





BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Shalat merupakan perbuatan (gerak), dan perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengansalam dengan syarat-syarat tertentu. Shalat merupakan ibadah yang palingfundamental dalam Islam. Hikmah Dari Shalat  Fardhu Dan Berjamaah diantaranya senantiasa bersyukur dan ingat kepada Allah SWT, tuntunan agar kita senantiasa hidup bersih, menimbulkan ketentraman jiwa dan terhindar dari gangguan kejiwaan, menimbulkan rasa persaudaraan, persamaan derajat dan kesamaan umat, menumbuhkan sikap disiplin baik sebagai imam ataupun sebagai makmum.
Hikmah Dari Gerakan Shalat :takbir Memberika aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat dilengan untuk diisikan ke mata, telinga, mulut. SEDEKAP (Pengisian Pembuluh Darah di Organ-organ Kepala), RUKUK (Pelenturan Memori Otak dan Ginjal), I’TIDAL (Pencegah Sakit Kepala dan Pinggang), SUJUD (Pencegahan Koroner dan Stroke), DUDUK 2 SUJUD (menyeimbangkan sistem elektrik dan saraf), DUDUK TAHIYYAT AWAL (mengaktifkan kelenjar keringat), DUDUK TASYAHHUD AKHIR (Keseimbangan Saraf dan Penyembuhan Wasir), SALAM (Terapi Penyakit Kepala).

Fungsi shalat tersebut adalah; pertama shalat berfungsi sebagai fasilitas puncak untuk mengingat Allah, mengantarkan seseorang pada solusi terbaik dari masalah-masalah yang dihadapinya, mengendalikan emosi pelakunya.
Hal-Hal Yang Merusak/Membatalkan Shalat: Makan dan minum dengan sengaja, berbicara, meninggalkan salah satu rukun shalat, banyak melakukan gerakan, tertawa, tidak berurutan dalam melaksanakan shalat, kelufaan yang fatal.

Daftar Pustaka 

http://halaqah.net/v10/index.php?topic=3886.0
http://www.insanislam.com/kajian/49-kajian-umum/93-hal-hal-yang-membatalkan-shalat.html
http://riyadulmubtadiin.wordpress.com/2009/11/30/pengertian-shalat-wajibfardhu-hukum-rukun-syarat-sah-tujuan-dan-kondisi-batal-sholat/


 Semoga Bermanfaat

Ditulis Oleh : Ai Roudotul // 8:32 pm
Kategori:

0 Komentar Menarik:

Post a Comment

 

Follow dan Join yu .. :D

Aii Roudotul. Powered by Blogger.